Kamis, 01 Februari 2018

Cerita Sedih

     Pagi yang indah, seperti biasa hari ini angin begitu sejuk tertiup walau sedikit dingin namun tak menyurutkan niat ku untuk bekerja hari ini.
    Tapi kali ini berbeda, seorang teman ku datang ke rumahku ngajak barengan buat nyelesein job kantor, nah? tumben-tumbenan dan singkat cetia kami barengat dah berangkat ke kantor dan nyelesein dead line kantor.
     Akhirnya tugas dari kantor yang setumpuk gunung Fuji udah kelar. Dan akhirnya aku dan teman ku memutuskan untuk balik barengan. Dih kesambet setan apa dia, biasanya dia Solo player sekarang maen Invit Party aja.
     Aku dan temanku pulang bocengan dengan temna yang boceng pastinya, mungkin ini yang namanya NAAS, saat kami lagi asik-asik ber-sepeda motor ria tiba-tiba ujan turun lebat buanget dan cukup membnuat temanku gentar tapi, aku pantang menyerah tanpa mempedulikan sakit atau tidak aku tetepa lanjut.
     Kerennya temanku mengamini keputusan gila ku untuk ujan-ujanan, akhirnya sepeda motor temanku di tancep kenceng banget, hingga pas di tengah jalan ada cewek-cewek loli lagi dorong pedah motornya.
     "dek kenapa sepedanya" tanya temen ku sambil jalan pelan
      lalu dengan sedikit mengharap bantuan 2 cewek loli itu bilang "kehabisan bensin kak"
      Lantas temenku bilang "oh ya udah" dan endingnya temenku tancap gas
karna hal itu aku jadi ter sedak dan berfikir
R.I.P for my Loly 

Sabtu, 20 Januari 2018

Pacar Gelab Teman Ku

Pagi ini amat cerah, sebelum aku memulai pekerjaan ku, aku selalu menyempatkan diri untuk berolah raga sebentar. Aku biasa menyapa tetangga di pagi hari sambil menikmati lari pagi ku.
                Biasanya temanku jam segini juga sudah standby di luar rumah dan tidak kliru ia sudah ada di pinggir jalan. Ia adalah teman satu kantorku kami bekerja dalam satu devisi yang sama.
                Wajahnya begitu sumringah, begitulah ia selalu bahagia. Selesai lari pagi kami berangkat bareng kekantor, kami memang suka bercengkrama bahkan ketika di angkutan umum.
                Wajahnya yang tak lelah untuk tersenyum membuat ku penasaran karna bisanya dia gak seperti ini. Aku ingin tahu apa hal yang membuat ia begitu bahagia hingga wajahnya nampak se indah itu, pertanyaan demi pertanyaan aku lontar kan padanya. Ia menceritakan semuanya dengan ringan dan penuh dengan kebahagiaan.
                Tak kusangka ia punya pacar, aku sebagai temannya turut senang akan hal itu akhirnya dia gak menjomblo lagi. Ia memperlihatkan foto kekasihnya padaku yah… dia cantik dan sangat anggun sangat cocok dengan temanku yang tampan.
                Dua hari setelah itu tepatnya hari kamis aku terbiasa untuk berziarah ke makam ibu ku, sorenya aku bermaksud untuk mengajak temanku berziarah ke makam ibu ku soalnya kemarin katanya ia ingin sesekali menengok makam ibuku. Aneh tapi mungkin ini efek lagi kasmaran kali ya, ia menolak ajakan ku untuk ikut berziarah yah… namanya aja baru jadian.
                Akhirnya aku berangkat sendiri, ketika aku berjalan menjauhi temanku tiba-tiba ia memanggil ku, hum… apa dia brerubah fikiran ya? dan ternyata ia memanggilku hanya untuk menunjukkan foto pacarnya yang lagi nunggu di taman kemarin, hadeh… aneh-aneh aja ya kalo orang lagi kasmaran. Aku pun dengan sedikit bingung karna kelakar temanku memlui perjalaan ku menuju pemakaman di mana ibu ku di kebumikan, di perjalanan ku ke lokasi pemakaman aku seperti teringat sesuatu dengan foto wanita itu di taman tapi apa?, dari pada aku bingung aku fokus ke perjalanan saja.
                Sesampainya di pemakaman ku taburkan bunga di makam ibuku, denagn rasa suka cita ku lantun tiap bai surat yasin satu ketenangan yang membuatku teringat akan kasihsayang beliau yang tanpa batas melebihi tingginya langit dan dalamnya bumi. Selesai aku  berziarah aku berjalan kembali meuju tempat parkir, dalam perjalananku ke lokasi aku terhenti sejenak memperhatikan sebuah makam baru, makamnya begitu unik bagiku karna di makam itu terletak foto almarhum.
                Jika di lihat-lihat wanita yang meninggal itu sangat cantik dan anggun, terlihat dari raut wajahnya yang indah dan tanggal meninggalnya masih 2 minggu yang lalu, eh kalo tidak salah bukannya dua minggu lalu di tama nada seorang wanita cantik yang meninggal karna pembunuhan dan pemerkosaan ya.
                Sampai di parkiran aku mencoba menanyai ahli kunci pemakaman yang sedang membersihkan makam-makam dari rerumputan liar. Dan benar adanya, wanita yang aku lihat fotonya tadi adalah korban dari pembunuhan dan pemerkosaan, ia di bunuh dan di mutilasi, lantas setelah itu ia di buang di balakang tempat duduk pinggir taman. Kalau di fikir-fikir memang di tempat duduk sedelah selatan taman agak sepi karna dekat dengan pepohonan rimbun dan juga sungai, barang kali sang pembunuh mengira bisa menyembunyikannya di situ, di tambah ladi tempatnya yang ramai membuat sang pembunuh lebih bisa berkamo flase. Tapi kata bapak koncen sang pembunuh ini tergtangkap karna gila, pembunuh ini selalu dihantui wanita itu, hiii… ngeri juga cantik-cantik kok hantu.
                Lalu sang kuncen memberi tambahan cerita katanya ternyata pembunuh itu setelah tertangkap mengalami kejadian aneh. Ketika hendak di bawa ke mobil polisi ia meronta-ronta dan akhirnya lepas dari pengawalan polisi tapi hidupnya tak berlalu panjang. Naas memang sang pembunuh itu lari ke jalan raya dengan harapan bisa melompat ke parit di pinggir jalan raya dan belum sampai di pinggir jalan ia di tabrak truk bermuatan semen ending nya tubuhnya hancur sperti ia menghancurkan impian wanita yang ia mutilasi. Kok jadi makin ngeri ya, dan akhirnya dengan sedikir merinding aku berjalan pulang.
                Sebelum aku menaiki sepeda motor ku, aku memperhatikan makam wanita itu lagi dan entah fikiran dari mana aku teringat wanita yang di sayangi teman ku. Aku berlari mendekati makam itu lagi melihat seluruh detail raut wajahnya dan benar ia mirip sekali dengan wanita yang di sukai teman ku. Udah tadi ketakutan kini aku mulai panic, lantas aku langsung lari dan tancap gas sekencang-kencangnya aku harap temanku tak apa-apa.
                Pukul 17:00 sore menjelang mahrip aku sampai di taman di mana temanku ketemuan sama wanita yang di sukainya. Aku berlari menuju tempat duduk selatan taman, sesampainya di sana aku melihat kerumuman orang yang mengintari lokasi itu. Aku mendekat perlahan, makin aku dekat dengan kerumunan itu aku menemukan keanehan. Mereka seperti melihat sesuatu, aku makin berjalan mendekat, salah seorang dari kerumunan itu meihatku dan melambaikan tangannya pada ku seakan memanggilku untuk mendekat lagi.
                Saat aku bersama kerumunan itu, mereka membukakan jalan padaku dan saat aku melihat apa yang ada di bangku pinggir taman itu, tidak ada apa-apa. Ya tidak ada apa-apa di sana, merasa lega aku berjalan menjauhi kerumunan itu. Tak jauh dari lokasi itu aku bertemu seorang perempuan yang aneh, dengan wajah tertunduk ia berkata pada ku untuk tidak berbalik kebelakang.
                Ada suara dengungan HP, aku sangat hapal suara ini karna ini adalah HP ku. Aku lihat pada layar  HP ku, ini nomer teman ku. Perasaan lega makin terasa dan kini jiwaku mulai tenang. Aku angkat telfon temanku dan yang terdengan bukan suara yang menggembirakan. Suara rintihan kesakitan dan minta tolong, suara itu membuat kawatir dan mrinding. Aku berteriak mencoba menanyakan di mana lokasi temanku, fikiran ku yang tenang kemabali kalut lalu aku mulai curiga ketika HP ku muali mati, suara rintihan itu masih terdengar jelas.
                Aku mencoba untuk berbalik dan sekali lagi wanita di depan ku bilang untuk tidak berbalik, karna aku menghawatirkan teman ku, aku tak menghiraukan kata-kata wanita itu. Aku terkejut, bingung, takut, merinding semua bercampur aduk. Aku melihat temanku di bangku itu di cabik-cabik dengan kapak hidup-hidup oelh seorang wanita, dan wanita itu adalah orang yang sama yang terbunuh 2 minggu yang lalu wanita yang sama di foto pemakam tadi.

Jumat, 19 Januari 2018

Aku Jomblo



                Ini adalah kisah ku, kisah dimana aku bertemu dia yang mencintai ku, mungkin?. Saat itu hari pertama aku pindahan, keputusan ini ku buat karna rumah familiku lagi kosong dan tempat kuliah ku dekat dengan tempat kuliah ku.
                Karna ini kali pertama aku pindahan, aku mengabadikan dengan foto selfi di depan rumah baruku yah walau setatusnya pinjam.
                Satu minggu berlalu, entah hawa dari mana tiba-tiba satu kelas membicarakan tenatang diriku, sorenya aku berjalan di koridor kampus karna dari situ dekat dengan tempat parkir, tiba-tiba seorang cewek yang aku suka menanyakan hal yang tak pernah aku duga.
                Apa aku punya pacar katanya, karna aku merasa aku ini masih jones atau jomblo ngenes dengan lantan aku bilang tidak. Dia mulai berbicara tentang ku yang selalu memperhatikannya dan ternyata dia juga menaruh perhatian pada ku, namun ia tersenyum dan berkata selamat. Aku makin bingung, lantas aku bertanya padanya selamat untuk apa?
                Ia mengambil HP nya dan memperlihatkan foto profil di Fb ku, sedikit kaget sih, ada seorang cewek di samping ku. Memang benar aku sempat mengunggah foto selfi ku di depan rumah untuk jadi foto profil namun se ingat ku tak ada seorang pun di samping ku.
                Hal ini cukup membuatku merinding dan bingung. Sesampainya aku di rumah aku langsung istirahat dan menenangkan dikiran ku dulu, dari depan ada seorang yang memanggil ku, aku sangat kenal suara itu dia tetanggaku yang baru. Ia meminta izin untuk mengambil barang-barang yang ada di kamar yang terkunci, emang sih ada satu kamar yang terkunci dan aku gak terlalu memikirkannya udah dapet tempat aja dah enak.
                Lantas tetanggaku masuk ke ruangan itu dan mengambil beberapa barang dari kamar itu, di samping tumpukan kardus itu aku menemukan sebuah foto wanita yang cukup cantik. Aku bertanya siapa gerangan wanita cantik ini dan sepertinya dia se umuran dengan ku. Sungguh kaget aku, ternyata wanita dalam foto itu adalah anak dari orang yang dulu menempati rumah ini.
                Aku mulai bertanya-tanya, dari pada bingung aku bertanya langsung pada tetanggaku siapa di mana wanita ini sekarang dan ceritanya pun di mulai. Aku sangat kaget ternyata wanita ini sudah tiada dan semenjak itu orang tuanya depresi, setelah sekian lama akhirnya kluarga mereka memutuskan pindah dan menjual rumah ini pada familiku.
                Sungguh kasian wanita itu, ia adalah tuna wicara dan tuna rungu namun karan kecantikannya ia tak tirlahat cacat, saat perjodohannya karna ke cacatannya ia di hina dan akhirnya ia depresi dan bunuh diri, mungkin ini yang di sebut sudah jatuh tertimpa tangga. Saat wanita itu bunuh diri, ia meloncat ari candela rumahnya bruntung mungkin ia jatuh di atap seng rumahnya dan tergelinding jatuh lagi di teras rumah nya, saat ia sedang merasaakan sakit naasnya seng yang tadi pakunya bengkok dan copot akhirnya seng itu menimpa lehernya dan putuslah lehernya.
                Setelah mengerti akan cerita itu, aku memeperhatikan foto wanita itu sekali lagi dan aku mulai teringat dengan foto yang ada di fb ku rasanya kok sama ya. Lantas aku mgengecek di galeriku untuk memastikannya. Mriniding itu yang aku rasakan fotoku di samping ku ada seorang wanita tanpa kepala.
                Esoknya aku bergegas untuk pindah tempat, aku memutuskan untuk kos di dekat kampus dan aku menghapus semua file fotoku di rumah itu. Setelah itu aku mencoba melupakan kejadian itu walau terkadang aku masih di bayangi oleh nya.

Minggu, 07 Januari 2018

Wanita Penjual Bunga

     Senin 17 Januari 2004. Pagi itu aku masih melihatnya duduk sambil tertawa manis, pada kenyataanya dunia tak pernah adil dengan mereka yang tersenyum dengan ke anggunan. Langit tampak tak bersahabat hari ini, sepertinya ia akan menangis tapi wajah itu tetap ceria seperti matahari yang tak redup sinarnya namun secerah apapun sinarnya itu tak kan sampai ke langit di mana aku berada.
     Esok nya aku masih melihat nya dengan senyum bahagia dan seperti biasa langit lagi-lagi tak menyukai senyumnya, untuk kesekian kali langit menangis, entah apa yang di tangisi sang langt hingga langit tak bisa menahan tangisanya.
     Dari tempatku duduk kku berjalan menuju halte bis, dari halte bis aku tak melihat senyum indah itu lagi, karna tertutuk oreh kesombangan gedung-gedung yang menantang langit, atau inikah yang membuat langit begitu sedih ?
     Bis nya datang!. aku duduk termenung dan masih teringat tentang wanita itu, dia sungguh cantik namun dunia menolaknya, ironis atau kasian aku tak tahu. Dari balik jendel aku dengar seseorang berteriak dengan kata-kata kotor, menghardik pengemudi mobil yang ugal-ugalan sepertinya banyak orang terburu-buru hari ini
     Rabu 20 Januari 2004. Di tempat duduk yang sama aku tak lagi melihat wanita itu, apa dia tidak berjualan bunga hari ini, rasanya jadi sepi dan langit kali ini nampak tak bersedih. Atau jangan-jangan langit iba dengan wanita itu, aku beranja berdiri untuk mencari hangatnya kopoi di warung pinggir jalan, dari jauh seorang anak dengan speda bmx menyodori aku sebuah koran, jrang sekali ini. Brita yang mengejutkan, aku mulai berlinang air mata dana aku mulai berfikir mungkin kah ini indahnya hidup atau ini adalah sengsaranya penderitaan, tak ada yang tahu akan hal itu namun wajahnya di koran ini pun masih begitu cerah dan sangat indah, hanya saja andai aku bisa menggapai tangannya lebih jauh lagi.

Brita di koran mengatakan
"seorang wanita penjual bunga mencoba menarik seoarang anak perempuan yang hampir di tabrak oleh pengemudi mobil ugal-ugalan, naasnya wanita ini terjatuh dari kursi rodanya dan tertabrak mobil pengendara tadi, sejauh ini korban meninggal hanya satu orang sedangkan pengemudi terluka dan anak perempuan itu salamat"