Pagi ini amat cerah, sebelum aku memulai pekerjaan ku, aku
selalu menyempatkan diri untuk berolah raga sebentar. Aku biasa menyapa
tetangga di pagi hari sambil menikmati lari pagi ku.
Biasanya
temanku jam segini juga sudah standby di luar rumah dan tidak kliru ia sudah
ada di pinggir jalan. Ia adalah teman satu kantorku kami bekerja dalam satu
devisi yang sama.
Wajahnya
begitu sumringah, begitulah ia selalu bahagia. Selesai lari pagi kami berangkat
bareng kekantor, kami memang suka bercengkrama bahkan ketika di angkutan umum.
Wajahnya
yang tak lelah untuk tersenyum membuat ku penasaran karna bisanya dia gak
seperti ini. Aku ingin tahu apa hal yang membuat ia begitu bahagia hingga wajahnya
nampak se indah itu, pertanyaan demi pertanyaan aku lontar kan padanya. Ia menceritakan
semuanya dengan ringan dan penuh dengan kebahagiaan.
Tak
kusangka ia punya pacar, aku sebagai temannya turut senang akan hal itu
akhirnya dia gak menjomblo lagi. Ia memperlihatkan foto kekasihnya padaku yah…
dia cantik dan sangat anggun sangat cocok dengan temanku yang tampan.
Dua hari
setelah itu tepatnya hari kamis aku terbiasa untuk berziarah ke makam ibu ku,
sorenya aku bermaksud untuk mengajak temanku berziarah ke makam ibu ku soalnya
kemarin katanya ia ingin sesekali menengok makam ibuku. Aneh tapi mungkin ini
efek lagi kasmaran kali ya, ia menolak ajakan ku untuk ikut berziarah yah…
namanya aja baru jadian.
Akhirnya
aku berangkat sendiri, ketika aku berjalan menjauhi temanku tiba-tiba ia
memanggil ku, hum… apa dia brerubah fikiran ya? dan ternyata ia memanggilku
hanya untuk menunjukkan foto pacarnya yang lagi nunggu di taman kemarin, hadeh…
aneh-aneh aja ya kalo orang lagi kasmaran. Aku pun dengan sedikit bingung karna
kelakar temanku memlui perjalaan ku menuju pemakaman di mana ibu ku di
kebumikan, di perjalanan ku ke lokasi pemakaman aku seperti teringat sesuatu
dengan foto wanita itu di taman tapi apa?, dari pada aku bingung aku fokus ke
perjalanan saja.
Sesampainya
di pemakaman ku taburkan bunga di makam ibuku, denagn rasa suka cita ku lantun
tiap bai surat yasin satu ketenangan yang membuatku teringat akan kasihsayang
beliau yang tanpa batas melebihi tingginya langit dan dalamnya bumi. Selesai aku berziarah aku berjalan kembali meuju tempat
parkir, dalam perjalananku ke lokasi aku terhenti sejenak memperhatikan sebuah
makam baru, makamnya begitu unik bagiku karna di makam itu terletak foto
almarhum.
Jika di
lihat-lihat wanita yang meninggal itu sangat cantik dan anggun, terlihat dari
raut wajahnya yang indah dan tanggal meninggalnya masih 2 minggu yang lalu, eh
kalo tidak salah bukannya dua minggu lalu di tama nada seorang wanita cantik
yang meninggal karna pembunuhan dan pemerkosaan ya.
Sampai
di parkiran aku mencoba menanyai ahli kunci pemakaman yang sedang membersihkan
makam-makam dari rerumputan liar. Dan benar adanya, wanita yang aku lihat
fotonya tadi adalah korban dari pembunuhan dan pemerkosaan, ia di bunuh dan di
mutilasi, lantas setelah itu ia di buang di balakang tempat duduk pinggir
taman. Kalau di fikir-fikir memang di tempat duduk sedelah selatan taman agak
sepi karna dekat dengan pepohonan rimbun dan juga sungai, barang kali sang
pembunuh mengira bisa menyembunyikannya di situ, di tambah ladi tempatnya yang
ramai membuat sang pembunuh lebih bisa berkamo flase. Tapi kata bapak koncen
sang pembunuh ini tergtangkap karna gila, pembunuh ini selalu dihantui wanita
itu, hiii… ngeri juga cantik-cantik kok hantu.
Lalu sang
kuncen memberi tambahan cerita katanya ternyata pembunuh itu setelah tertangkap
mengalami kejadian aneh. Ketika hendak di bawa ke mobil polisi ia meronta-ronta
dan akhirnya lepas dari pengawalan polisi tapi hidupnya tak berlalu panjang. Naas
memang sang pembunuh itu lari ke jalan raya dengan harapan bisa melompat ke
parit di pinggir jalan raya dan belum sampai di pinggir jalan ia di tabrak truk
bermuatan semen ending nya tubuhnya hancur sperti ia menghancurkan impian
wanita yang ia mutilasi. Kok jadi makin ngeri ya, dan akhirnya dengan sedikir
merinding aku berjalan pulang.
Sebelum
aku menaiki sepeda motor ku, aku memperhatikan makam wanita itu lagi dan entah
fikiran dari mana aku teringat wanita yang di sayangi teman ku. Aku berlari
mendekati makam itu lagi melihat seluruh detail raut wajahnya dan benar ia
mirip sekali dengan wanita yang di sukai teman ku. Udah tadi ketakutan kini aku
mulai panic, lantas aku langsung lari dan tancap gas sekencang-kencangnya aku
harap temanku tak apa-apa.
Pukul 17:00
sore menjelang mahrip aku sampai di taman di mana temanku ketemuan sama wanita
yang di sukainya. Aku berlari menuju tempat duduk selatan taman, sesampainya di
sana aku melihat kerumuman orang yang mengintari lokasi itu. Aku mendekat
perlahan, makin aku dekat dengan kerumunan itu aku menemukan keanehan. Mereka seperti
melihat sesuatu, aku makin berjalan mendekat, salah seorang dari kerumunan itu
meihatku dan melambaikan tangannya pada ku seakan memanggilku untuk mendekat
lagi.
Saat aku
bersama kerumunan itu, mereka membukakan jalan padaku dan saat aku melihat apa
yang ada di bangku pinggir taman itu, tidak ada apa-apa. Ya tidak ada apa-apa
di sana, merasa lega aku berjalan menjauhi kerumunan itu. Tak jauh dari lokasi
itu aku bertemu seorang perempuan yang aneh, dengan wajah tertunduk ia berkata
pada ku untuk tidak berbalik kebelakang.
Ada suara
dengungan HP, aku sangat hapal suara ini karna ini adalah HP ku. Aku lihat pada
layar HP ku, ini nomer teman ku. Perasaan
lega makin terasa dan kini jiwaku mulai tenang. Aku angkat telfon temanku dan
yang terdengan bukan suara yang menggembirakan. Suara rintihan kesakitan dan
minta tolong, suara itu membuat kawatir dan mrinding. Aku berteriak mencoba
menanyakan di mana lokasi temanku, fikiran ku yang tenang kemabali kalut lalu
aku mulai curiga ketika HP ku muali mati, suara rintihan itu masih terdengar
jelas.
Aku
mencoba untuk berbalik dan sekali lagi wanita di depan ku bilang untuk tidak
berbalik, karna aku menghawatirkan teman ku, aku tak menghiraukan kata-kata
wanita itu. Aku terkejut, bingung, takut, merinding semua bercampur aduk. Aku melihat
temanku di bangku itu di cabik-cabik dengan kapak hidup-hidup oelh seorang
wanita, dan wanita itu adalah orang yang sama yang terbunuh 2 minggu yang lalu
wanita yang sama di foto pemakam tadi.