Rabu, 13 Februari 2019

Hidup Berputar Bagian 1

      Pagi ini sangat cerah, waktu yang tepat untuk bekerja. Pesan salam darinya membuat pagi ku lebih berwarna. 
     Ia adalah wanita yang aku cintai.
     Tahun ini aku berniat untuk melamar nya, semoga cita-cita ku ini lekas tercapai. Hari-hari ku selalu penuh warna semenjak ada dia tiada hari yang suram dalam hidupku.
       Hari Minggu. Hari ini aku berniat untuk memberinya kejutan, aku memberinya hadiah istimewa semoga dia suka. Aku menaiki sepeda motor ku mengendarai melewati kota, semua nampak indah dan asri, hari Minggu yang indah.
      Sampai di Taman biasa aku bertemu dengannya aku menunggu di kursi taman dimana aku biasa bersamanya. Waktu makin berlalu jam ku menunjukkan pukul 3 sore, 
apa dia lupa ya
       Pesanku tak di jawabnya, barangkali dia sibuk tapi kok gak bilang, 
biasanya juga ngabarin.
       Yah paling lagi benar-benar sibuk sampe gak bisa ngabarin.
       Pertama memang aku tak menaruh kecurigaan padanya. Namun selama waktu berjalan tiba-tiba ia tak ada kabar, tapi masih sering update status, tiap kali aku chat hanya di baca nya, aku tanya 
kenapa 
       Ia hanya diam tanpa kata
       Hari-hari ku mulai tak menyenangkan tiba-tiba langit yang indah menjadi suram. Kenapa ini 
Ada apa dengan ku. 1 bulan aku tak mendapati maharnya aku putus kan untuk kerumahnya. Dan apa yang aku temukan melebihi nalar.
       Rumah nya amat ramai orang 
Lalu pakaian itu
       Dan ya dia sedang di lamar orang. Aku berjalan mendekat dan masuk. Di sana aku Melihat ia bersanding mesra dengan orang lain. Seketika perasaanku hancur, seorang yang aku harapkan dengan mudah berpaling dariku. Dengan emosi aku bertanya padanya apa kurang nya aku dan dengan mudah ia berkata aku orang yang tidak punya dan karena yang ia pilih adalah orang yang berpenampilan 
Mati
      Kata itu yang terbersit di fikiranku. Dengan keadaan jiwa terkoyak giliran yang kacau aku berjalan sempoyongan, hadiah kalung ini mau di kekanakan.
        Di jalan yang sepi dan gelap ada seorang dengan sebilah celurit tajam, ia menghadang ku dan menyuruh ku turun dari kendaraan. Di kepala ku hanya tinggal emosi aku tancap gas, aku sudah berniat menbaraknya tapi ia menghindar. Aku terus tancap gas namun aku merasakan perih di perutku dalam ke adaan emosi dan merasakan sakit yang aneh di Perut, mataku mulai berkunang-kunang.
          Aku merasakan terjatuh dari motor, di sini sangat gelap, aku tak tau lagi ada di mana.
Ada cahaya terang di depan tapi aku sudah tak mampu berdiri. Cahaya itu makin terang dan saat ia sangat dekat dan terang
          Semua berubah jadi
GELAP

Telah di temukan mayat seorang pemuda dengan luka robek di Perut dan kepala yang pecah 
Di duga korban di begal dan melarikan diri, namun dengan luka yang cukup parah di Perut hingga korban kehabisan darah dan tergeletak sekarat di jalan sampai ia di lindas truk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar