Malam ini lebih gelap dari yang kemarin, mungkin karna hari ini aku banyak masalah hingga serasa sendiri dalam sepi.
Karna aku pekerja lepas terkadang malam-malam ku serasa terbuang percuma. Aku hanya meng scroll facebook dan whatsapp ku, tak ada pekerjaan yang pasti yang bisa ku lakukan.
Uang yang ku dapat hanya aku gunakan untuk beli rokok dan kopi, semua ini benar-benar membuat hidupku tak higienis dan juga kotor.
Tubuhku yang mulai berkurang karna kebiasaa ku yang kurang higienis ini. Aku melihat ke arah jam dinding, pukul 8,20 malam.
Aku merasa sedikit mengantuk. Sesekali aku melihat foto perempuan yang aku cintai untuk menghibur sepi ku, terkadang aku ingin tau bagaimana kabarnya. Namun denga ke adaanku sekarang dia tak mungkin menerimaku karna dia sempurna, cantik rupawan.
Dia punya banyak teman di sampingnya, menghiburnya di kala ia sedih dan senyumnya yang membuat hati ku berdebar.
Sedangkan aku hanyalah sampah yang mengais hidup dari belas kasih orang sekitar, itupun kalau aku di beri.
Ku matikan rokok ku di asbak yang penuh dengan puntung rokok, ku habiskan kopi yang tinggal se teguk, terasa dingin namun sensasi kopi ini sudah seperti candu di lidah ku hingga aku tak bisa bedakan mana kopi yang nikamat dan mana kopi biasa.
Aku kembali ke tempat tidurku yang lusuh, kadang banyak nyamuk yang mengkrubutiku. Namun ada yang beda dengan kamarku kali ini, entah kenapa terasa lebih hangat dan aneh nya aku melihat dia, dia ada di kamarku menungguku dengan pelukan hangat.
mimpi kah? namun merasa nyaman di pelukan wanita yang ku cintai. Ini bukan mimpi dia benar ada di sini, aku bersama, oh tuhan... terimakasih atas karuniamu ini, aku akan berusaha lebih keras lagi.
Dan hari ini aku bahagia.
Telah di temukan mayat seorang pemuda telah membusuk di kamarnya, di duga karna kemiskinan pemuda ini depresi dan karna hidupnya yang kotor membuat kuman-kuman di ruangannya beracun dan akhirnya ia mati dalam keadaan ruang terkunci dari dalam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar